Puisi di harian Bali Pos, 19 April 2015

Anak Dara

Bagai kembang api yang dibariskan
di rangkum rambutmu
arakan yang menandu bau tungku dan abu.

Sementara ruang pada ujung sangguluang
menjuntai di punggung-punggung perempuan.

Halaman di antara lampu-lampu
membias dalam rampai pantun
kata dan lantun yang pupuh.

Langkah kaki menjelang pintu
serupa talempong pacik
memainkan nada minimal
dan puput dari bibir si tukang dendang

bagi sepasang mata
memendam geletar persuaan
dari katiduran*.

Depok, 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s