Bahan Bacaan Apa yang Pantas bagi Kanak-kanak

Literature must be discussed. It is only by discussing with others who have experienced a book that new meaning can be effectively constructed (Bicknell, p.45) Sebelum saya coba jawab, ada baiknya kita samakan dulu pemahaman tentang baca. Membaca atau baca, bukan perkara atau aktivitas remeh. Bukan hanya ambil buku, duduk, lantas tangkap huruf-huruf yang ada…

Anak, Media Sosial, dan Kehidupan Sosialnya

Belakangan, Naya, putri saya sering melontarkan kalimat, kenapa ya nda teman-teman Naya sudah punya Facebook sama Instagram, padahal umurnya masih kayak Naya? Awalnya, saya anggap itu semacam bentuk protes yang ia luncurkan karena aturan yang kami sepakati bersama; hingga ia menginjak usia 15 tahun, tidak akan diperkenan menggunakan telepon pintar dan sejenisnya, lengkap dengan semua…

Menilik Ulang “Dirgahayu Kemerdekaan”

Barangkali tidak akan pernah salah ketika Agustus mendapat gelar bulannya nasionalisme dan patriotisme bagi hampir seluruh masyarakat di Indonesia. Bagaimana tidak, di bulan ke delapan dalam kalender masehi, persis 72 tahun silam, sebuah bangsa ‘lahir’ secara de facto. Kelahirannya ditandai dengan diikrarkannya pengakuan dan pengesahan kemerdekaan oleh Soekarno – Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945,…

​Antara Idul Fitri dan Maaf Lahir Batin*

Bulan Ramdan sudah memasuki minggu penghujung, yang artinya tidak lama lagi bersambut bulan Syawal. Berbagai ucapan akan dikirimkan dan dihaturkan bagi kerabat dan tetangga. Kalimat “mohon maaf lahir dan batin” kemudian menjadi topik utama di masa-masa tersebut. Tidak sedikit masyarakat yang berasumsi, belum afdal ibadah puasa seorang umat jika menjelang Syawal tidak mengucapkan permohonan maaf…

Keluarga dan Praktik Emerging Literacy*

Diskusi singkat saya dengan salah seorang pengagas dan penggiat komunitas Tanah Ombak, Yusrizal KW, menyisakan banyak pekerjaan rumah perihal kegiatan literasi, khususnya pada anak. Terlebih sebuah pernyataan menarik dari tokoh, yang telah berhasil membawa Tanah Ombak tidak hanya menjadi juara pertama Gramedia Reading Community Competition 2016 regional Sumatera, tetapi juga pioner gerakan literasi di Sumatera…

Free the Word

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan free the word dalam konteks berbahasa? Pertanyaan tersebut muncul karena kerap dijadikan alibi oleh para pengguna media sosial terhadap “keganjilan” berbahasa yang mereka lakoni. Seolah-olah free the word diartikan secara harfiah sebagai bentuk kebebasan individu dalam menggunakan bahasa. Penyingkatan kata, contohnya. Di salah satu media sosial, saya jumpai tulisan: ya…

Eksplorasi Teater dalam Berliterasi

Menurut saya, kegiatan literasi yang pantas diprioritaskan adalah kegiatan yang menjadikan masyarakat Indonesia peka dan mampu menganalisa lingkungan sekitar, mampu melahirkan individu-individu yang sarat karya atas informasi yang diterimanya, yang tak putus mengungkapkan gagasan-gagasan guna menumbuhkan budaya kompetisi dan iklim intelektualitas di Indonesia. Bukan semata memproduksi masyarakat yang gandrung membaca kemudian semata “pengikut” dengan keterbatasan…