Puisi di harian Indopos, 28 Juni 2014

Kacamata Tak ada sesiapa hanya kaca dan mata sejoli yang saling jaga: lamur dan akurat. Dan aku si lamur yang uzur kadang pada jam aku mendengkur kata-kata merajuk ingin diterka seperti petak-umpet yang jenaka. Tentu aku suka permainan ini keseksamaan yang sarat naluri terlebih ketika nyaris pada premis atau ganjil yang terus menggubris. Dan si…

Puisi di harian Bali Pos, 19 April 2015

Anak Dara Bagai kembang api yang dibariskan di rangkum rambutmu arakan yang menandu bau tungku dan abu. Sementara ruang pada ujung sangguluang menjuntai di punggung-punggung perempuan. Halaman di antara lampu-lampu membias dalam rampai pantun kata dan lantun yang pupuh. Langkah kaki menjelang pintu serupa talempong pacik memainkan nada minimal dan puput dari bibir si tukang…

Puisi di harian Media Indonesia, Minggu 24 Mei 2015

Prabhasa  Aku tengah dimabuk cinta, Wasistha, ketika kau kutuk aku menjadi lumpur di dasar sungai. Nandini hanya gelang kaki bingkisan wasu untuk sejumput rekah di merah wajah penghias kekanakan; ditaburi kidung penuh puja juga kuncup-kuncup rupa warna. Tapi kau benamkan aku ke dalam Gangga antara wangi dupa, ketuaan yang mengoceh seperti gembala pada ternak, juga karma…

​Antara Idul Fitri dan Maaf Lahir Batin*

Bulan Ramdan sudah memasuki minggu penghujung, yang artinya tidak lama lagi bersambut bulan Syawal. Berbagai ucapan akan dikirimkan dan dihaturkan bagi kerabat dan tetangga. Kalimat “mohon maaf lahir dan batin” kemudian menjadi topik utama di masa-masa tersebut. Tidak sedikit masyarakat yang berasumsi, belum afdal ibadah puasa seorang umat jika menjelang Syawal tidak mengucapkan permohonan maaf…

Lagu Mei

Pada pagi pertama kami susun barisan kata demi kata di mulut nasib sendiri-sendiri. Bergerombol kami menuju suatu medan bertolak atas upah dan hakikat. Seperti sebentang suara berhujah dari dada yang terpancang sembilu. Ini adalah nyanyian esok hari yang siuman dari kolong mimpi. Tempat perut selengang lubang dan otot-otot yang terjerang. Di ambang jendela mata generasi…

Keluarga dan Praktik Emerging Literacy*

Diskusi singkat saya dengan salah seorang pengagas dan penggiat komunitas Tanah Ombak, Yusrizal KW, menyisakan banyak pekerjaan rumah perihal kegiatan literasi, khususnya pada anak. Terlebih sebuah pernyataan menarik dari tokoh, yang telah berhasil membawa Tanah Ombak tidak hanya menjadi juara pertama Gramedia Reading Community Competition 2016 regional Sumatera, tetapi juga pioner gerakan literasi di Sumatera…

Ketika Naya Belajar Mencintai Buku

Naya, barangkali hanya salah satu dari anak-anak yang menjadikan buku sebagai teman baik. Banyak kebiasaan Naya, yang saya sendiri ketika kecil tidak memilikinya. Terus terang, saya cemburu. Ketika bangun di pagi hari, maka ia akan segera memilih salah satu dari koleksinya untuk dibaca sembari bermalas-malasan. Atau ketika saya ajak jalan-jalan, di waktu senggang dia tanpa…

Membaca Sebagai Proses

Tongkat kayu dilempar akan tumbuh menjadi umbi-umbian. Jangan bermimpi hal tersebut berlaku untuk kebiasaan membaca. Bagaimana pun, membaca merupakan sebuah proses. Gala dinner acara IFLA-APISI beberapa bulan lalu menyisakan sepotong percakapan antara bu Hanna, saya, dan Nermi Arya dalam ingatan. Intinya, bagaimana cara membiasakan anak membaca dan akrab dengan buku? Meskipun kedua ahli pada bidangnya…

Free the Word

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan free the word dalam konteks berbahasa? Pertanyaan tersebut muncul karena kerap dijadikan alibi oleh para pengguna media sosial terhadap “keganjilan” berbahasa yang mereka lakoni. Seolah-olah free the word diartikan secara harfiah sebagai bentuk kebebasan individu dalam menggunakan bahasa. Penyingkatan kata, contohnya. Di salah satu media sosial, saya jumpai tulisan: ya…

Eksplorasi Teater dalam Berliterasi

Menurut saya, kegiatan literasi yang pantas diprioritaskan adalah kegiatan yang menjadikan masyarakat Indonesia peka dan mampu menganalisa lingkungan sekitar, mampu melahirkan individu-individu yang sarat karya atas informasi yang diterimanya, yang tak putus mengungkapkan gagasan-gagasan guna menumbuhkan budaya kompetisi dan iklim intelektualitas di Indonesia. Bukan semata memproduksi masyarakat yang gandrung membaca kemudian semata “pengikut” dengan keterbatasan…

Hidup Itu Perkara Resiko, Bukan Jaminan

  Hidup hanya membuat kesimpulan setelah itu,selamat tinggal!” Seringkali, kita merasa terkotak-kotak oleh masa lalu, sehingga cemas dan takut untuk menghadapi esok. Pengalaman disakiti, pengalaman ditinggalkan, pengalaman diabaikan,pengelaman ditindas dan diintimidasi, pengalaman disiksa entah itu fisik atau psikologis, pelecahan seksual, pemerkosaan, ditipu, dianiaya, apa pun itu,tidak jarang membuat kita gamang untuk menentukan apa yang akan…